Lirik Lagu Fany Zee - Air Mata Dusta
Kukira kau setia Ternyata kau mendua Teganya kau berdusta Sakit sungguh tiada terkira Kuhapus air mata Kubasuh perihnya luka Agar ku tak
Kukira kau setia Ternyata kau mendua Teganya kau berdusta Sakit sungguh tiada terkira Kuhapus air mata Kubasuh perihnya luka Agar ku tak
Lagu “Malapeh Hao” karya cipta Wawan CD yang dibawakan oleh Elsa Mayora secara filosofis mengangkat potret ketegaran manusia saat berhadapan dengan perpisahan
Lagu “Danau Cinto” karya maestro Agus Taher yang dipopulerkan oleh Halilintar Morgen merupakan sebuah alegori puitis mengenai keteguhan rasa di tengah pergeseran
Lagu “Denai Indak Ka Manyarah” karya Ajhay Pasma yang dibawakan oleh Indah Delvia membawa narasi sosiokultural khas Minangkabau tentang keteguhan prinsip hidup
Lagu Dudo Ngarep Omah karya maestro Is Haryanto yang dibawakan kembali oleh Silvy Kumalasari merupakan sebuah satir sosial yang membingkai dinamika interaksi
Bukan Bukan kerana rupa Bukan kerana harta Diriku tiada rasa cinta Tapi Aku ada yang memiliki Cinta tak mungkin aku bagi Ku
Lagu “Gulu Pedot” karya Koming, yang dibawakan kembali secara kolaboratif oleh Ajeng Febria dan Brodin, membawa latar belakang cerita tentang dinamika psikologis
Karya musik berjudul “Ceng Ceng Po” yang diciptakan oleh Erick Sukir Genk dan dibawakan kembali oleh Fira Azzahra bersama OM Adella mengangkat
Karya musik berjudul “Sebelum Jalur Kuning” yang kemungkinan besar merujuk pada metafora atau plesetan kontekstual dari simbolisme budaya “janur kuning” garapan komposer